
Lampung Timur – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Huda Adirejo mengirimkan empat orang guru untuk mengikuti kegiatan Workshop yang mengusung tema “Revitalisasi Kelompok Kerja Guru Madrasah Ibtidaiyah (KKGMI) Sebagai Komunitas Belajar Profesional serta Optimalisasi Digital untuk Mewujudkan Pembelajaran yang Interaktif, Kreatif, dan Menyenangkan”. Kegiatan tersebut dilaksanakan di MI Darul Ulum Kelahang, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, Kamis (15/10/2026).
Keempat guru yang menjadi utusan MI Nurul Huda Adirejo tersebut adalah guru kelas I Haryati, guru kelas II Lismiyati, serta guru kelas III Siti Nafsiyah dan Nana Latifatul Khusnah. Keikutsertaan mereka merupakan bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru, khususnya dalam mengembangkan pembelajaran yang inovatif, interaktif, kreatif, dan menyenangkan bagi peserta didik.

Ketua KKGMI Kabupaten Lampung Timur Endah Sari Dewi sedang menyampaikan materi Workshop Revitalisasi KKGMI sebagai Komunitas Belajar Profesional
Workshop ini dihadiri oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur Latif Khairin Bahri, Pengawas Madrasah Masrur, Ketua Kelompok Kerja Guru Madrasah Ibtidaiyah (KKGMI) Kabupaten Lampung Timur sekaligus narasumber Endah Sari Dewi, Ketua KKGMI Zona 4 Kabupaten Lampung Timur Anistiani Wulantari serta narasumber Nopi Ariyanto.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 28 kepala madrasah dan 94 guru kelas I, II, dan III yang berada di wilayah KKGMI Zona 4 Kabupaten Lampung Timur. Workshop secara resmi dibuka oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur Latif Khairin Bahri.
Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan dua materi utama yang relevan dengan pengembangan profesionalisme guru di era digital. Materi pertama, “Revitalisasi KKGMI sebagai Komunitas Belajar Profesional”, disampaikan oleh Endah Sari Dewi. Materi ini berfokus pada penguatan peran KKGMI sebagai wadah kolaborasi, berbagi pengalaman, dan pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan.
Materi kedua, “Optimalisasi Digital untuk Mewujudkan Pembelajaran yang Interaktif, Kreatif, dan Menyenangkan”, disampaikan oleh Nopi Ariyanto. Materi tersebut membahas pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung proses pembelajaran yang lebih menarik, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Melalui kedua materi tersebut, peserta diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam mengembangkan pembelajaran yang berkualitas. Penguatan komunitas belajar profesional serta pemanfaatan teknologi digital menjadi aspek penting dalam mendorong guru untuk terus beradaptasi dengan perkembangan dunia pendidikan.
Keikutsertaan empat guru MI Nurul Huda Adirejo dalam workshop ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan mutu pembelajaran di madrasah. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran serta dibagikan kepada rekan sejawat sebagai bagian dari pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan.
Partisipasi tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen MI Nurul Huda Adirejo dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan madrasah. Dengan penguatan kompetensi pendidik dan optimalisasi teknologi digital, madrasah diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif, kreatif, dan menyenangkan, sekaligus mendorong terwujudnya pendidikan madrasah yang maju, bermutu, dan mendunia.




